Seberapa dalam lagi saya harus tenggelam, saya tidak tahu.
Karena memang teori seleksi alam itu benar. Teori yang meyatakan siapa bertahan
dengan keadaan alam yang berubah dialah yang akan hidup.
Bagai memperebutkan daging segar
diantara ribuan predator di padang rumput yang luas, mungkin itu keadaan saya.
Bertahan untuk mendapatkan sebuah kehidupan atau harus tercabik-cabik oleh
predator yang saling mengeluarkan kekuatan untuk berebut daging. Dan ketika seekor predator dengan kekuatan
kecil memaksakan diri untuk masuk ke dalam medan perang para predator yang amat
sangat buasnya menerkam daging segar itu, dia terpental jauh2. Dan predator
lemah itu pun mulai malu mengakui dirinya sebagai predator. Karena pada
kenyataannya, dia bukan predator. Dia hanya perumput yang mungkin nantinya akan
dimangsa oleh predator yang lain jika ia mencoba ikut berebut daging segar itu.
Saya, mencoba untuk mengalah untuk
tidak lagi memikirkan apa yang seharusnya saya pikirkan. Ribuan tulisan saya
buat, semata-mata agar ada yang mau membaca dan mengetahui apa yang saya
rasakan. Tapi nampakn ya saya memangb absurd. Namun setelah kejadian gadis
didalam email itu, saya sudah meninggal sejak hari itu. Saya sangat merasa
bersalah sudah melakukan itu. Kemudian saya lebih keras lagi mengatakan tentang
apa yang terjadi untuk menutupi ketidakenakan saya terhadap pria dibalik email.
Tapi ternyata semuanya semakin parah, dan semakin tidak mungkin untuk
dipadamkan.
Entah apa lagi yang akan saya
lakukan tapi saya saat ini hanya bisa merasakan begitu beratnya menjadi saya,
jika dikatakan sangat mencintai orang, saya sangat mencintai. Tapi jika dilihat
dari seberapa banyak orang-orang yang juga mencintai orang yang saya cintai,
saya merasa malu, karena saya ini paling MINUS. Dan saya ingin menarik ucapan
saya bahwa saya mencintai orang itu. Tapi semua terlambat, predator lemah
terlanjur masuk dalam medan perang para predator kuat, hanya menunggu waktu
tersepak jauh keluar dari arena itu.
Dan jika saya bisa tersepak keluar
tanpa daging, mungkin akan lebih bagus, dari pada keluar dengan membawa daging
tanpa izin dari predator besar, atau harus tetap dalam arena predator buas dan
mati karena terus terinjak tanpa sedikitpun mendapat celah untuk menatap daging
itu. See Ya
No comments:
Post a Comment