Wednesday, 6 March 2013

Weak Predator Is the Worst SECRET ADMIRER


Seberapa dalam lagi saya harus tenggelam, saya tidak tahu. Karena memang teori seleksi alam itu benar. Teori yang meyatakan siapa bertahan dengan keadaan alam yang berubah dialah yang akan hidup.
Bagai memperebutkan daging segar diantara ribuan predator di padang rumput yang luas, mungkin itu keadaan saya. Bertahan untuk mendapatkan sebuah kehidupan atau harus tercabik-cabik oleh predator yang saling mengeluarkan kekuatan untuk berebut daging.  Dan ketika seekor predator dengan kekuatan kecil memaksakan diri untuk masuk ke dalam medan perang para predator yang amat sangat buasnya menerkam daging segar itu, dia terpental jauh2. Dan predator lemah itu pun mulai malu mengakui dirinya sebagai predator. Karena pada kenyataannya, dia bukan predator. Dia hanya perumput yang mungkin nantinya akan dimangsa oleh predator yang lain jika ia mencoba ikut berebut daging segar itu.
Saya, mencoba untuk mengalah untuk tidak lagi memikirkan apa yang seharusnya saya pikirkan. Ribuan tulisan saya buat, semata-mata agar ada yang mau membaca dan mengetahui apa yang saya rasakan. Tapi nampakn ya saya memangb absurd. Namun setelah kejadian gadis didalam email itu, saya sudah meninggal sejak hari itu. Saya sangat merasa bersalah sudah melakukan itu. Kemudian saya lebih keras lagi mengatakan tentang apa yang terjadi untuk menutupi ketidakenakan saya terhadap pria dibalik email. Tapi ternyata semuanya semakin parah, dan semakin tidak mungkin untuk dipadamkan.
Entah apa lagi yang akan saya lakukan tapi saya saat ini hanya bisa merasakan begitu beratnya menjadi saya, jika dikatakan sangat mencintai orang, saya sangat mencintai. Tapi jika dilihat dari seberapa banyak orang-orang yang juga mencintai orang yang saya cintai, saya merasa malu, karena saya ini paling MINUS. Dan saya ingin menarik ucapan saya bahwa saya mencintai orang itu. Tapi semua terlambat, predator lemah terlanjur masuk dalam medan perang para predator kuat, hanya menunggu waktu tersepak jauh keluar dari arena  itu.
Dan jika saya bisa tersepak keluar tanpa daging, mungkin akan lebih bagus, dari pada keluar dengan membawa daging tanpa izin dari predator besar, atau harus tetap dalam arena predator buas dan mati karena terus terinjak tanpa sedikitpun mendapat celah untuk menatap daging itu. See Ya

No comments:

Post a Comment